DataSumut

DataSumut

Muslim Minta Kepolisian Tindak Tegas Aksi Begal dan Geng Motor di Medan Utara

DataSumut.com – Medan

Warga Medan Utara, khususnya di kawasan Medan Marelan dan Medan Labuhan, mengeluhkan banyaknya pelaku begal dan geng motor. Warga mengaku sangat resah, sebab aksi begal dan geng motor kerap kali melukai para korbannya, bahkan tak jarang hingga mengancam jiwa.

Hal itu diungkapkan warga kepada Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Dr H Muslim M.S.P saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan No.10 Tahun 2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di dua lokasi.

Adapun kedua lokasi tersebut yakni di Jalan Marelan IV Gg. Usup II No. 112 Pasar III Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan pada Minggu (14/6/2026) siang, dan di Jalan Tempirai Lestari 13 Blok – V, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan pada Minggu (14/6/2026) sore.

“Banyak begal disini pak. Kami warga ini kan takut pak, kami resah, karena begal-begal ini nekat melukai orang. Bukan cuma harta yang dirampas, nyawa pun bisa melayang dibuatnya. Belum lagi geng-geng motor ini pak, kerjanya bikin rusuh, keliling-keliling bawa senjata tajam. Tolong lah pak, sampaikan ke pihak kepolisian supaya diamankan begal sama geng-geng motor ini,” keluh warga.

Menanggapi hal itu, Muslim mengaku sepakat bahwa aksi begal dan geng motor benar-benar harus diberantas di Kota Medan. Tidak hanya mengancam keselamatan jiwa dan harta, begal dan geng motor juga telah mengganggu ketentraman dan ketertiban umum.

“Begal dan geng motor ini memang sudah sangat meresahkan, tidak boleh dibiarkan, mereka benar-benar sudah mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. Kita minta aparat keamanan, dalam hal ini pihak kepolisian untuk memberantas begal dan geng motor ini, khususnya di wilayah Medan Utara,” ucapnya.

Muslim yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kota Medan itu mengatakan, pihak kecamatan dan kelurahan juga harus proaktif dalam melaporkan perkembangan situasi keamanan di wilayahnya masing-masing kepada aparat kepolisian agar dapat dimonitor secara berkala.

“Siskamling juga harus diperkuat di wilayah masing-masing, jangan sampai ada celah bagi begal dan geng motor dalam melancarkan aksinya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah masyarakat juga menyampaikan berbagai keluhannya kepada Muslim. Diantaranya, meminta Pemko Medam undur menormalisasi drainase dan Sungai Pesaungan agar kondisi banjir di wilayah tersebut dapat teratasi.

Berangkat dari keluhan warga tersebut, Muslim pun meminta agar Pemko Medan bisa segera menormalisasu drainase dan Sungai Pesaungan.

“Sebab kolam retensi di Perumnas Martubung ini kurang maksimal, jadi Pemko Medan memang harus menormalisasi drainase dan Sungai Pesaungan dari mulai depan Islamic Centre. Lalu Sungai Pagetalan di Nelayan Indah sampai ke Belawan, itu juga harus dinormalisasi,” pungkasnya.
(DSc-01)