DataSumut

DataSumut

Sosialisasi Perda Penanggulangan HIV/AIDS, Robi Barus Ingatkan Masyarakat Jaga Anak dari Narkoba dan Pergaulan Bebas

Robi Barus : Fenomena Pacaran Jadi Pintu Masuk Pergaulan Bebas

DataSumut.com – Medan

Masyarakat Kota Medan, khususnya kalangan orangtua diingatkan untuk menjaga anaknya agar tidak terjerumus kepada pergaulan bebas, khususnya penggunaan narkoba yang merupakan media paling ampuh dalam penyebaran HIV/AIDS di Indonesia.

Hal ini dikatakan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Medan, Robi Barus SE MAP, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, di Jalan Sei Tuntung Baru No.43, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sabtu (26/6/2021).

“Kasus di Sumatera Utara terbilang tinggi, 200 anak bayi lahir dengan kondisi sudah terjangkit HIV. 20 ribu lainnya di idap anak remaja yang berumur 20-29 tahun, dan khususnya Kota Medan tentu sangat memprihatinkan. Di Sumut, Kota Medan yang paling tinggi angkanya. Untuk itu, saya memohon dan mengajak bapak/ibu semuanya agar senantiasa menjaga anak-anak kita, terutama para remaja dari pergaulan bebas,” ucap Robi.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi I DPRD Medan itu juga mengajak Masyarakat Kota Medan untuk tidak membiarkan anaknya melakukan hubungan pacaran, apalagi hubungan pacaran yang menjurus kepada hubungan yang tidak sehat.

Sebab hubungan pacaran seringkali menjadi pintu masuk terjadinya pergaulan bebas, khususnya tindakan perzinahan dengan melakukan hubungan sex bebas tanpa ikatan pernikahan.

“Fenomena hari ini pada anak muda kita adalah pacaran. Kita tidak ingin pacaran menjadi pintu masuk bagi pergaulan bebas. Itu akan melahirkan perzinahan, sehingga mempermudah dan melonggarkan penyebaran HIV/AIDS,” kata Robi Barus.

Tidak hanya persoalan itu, terang Robi, bahwa selain persoalan HIV/AIDS, saat ini Indonesia juga sedang dilanda penyebaran Covid-19.

“Jakarta saat ini sebagai ibukota negara sedang dilanda lonjakan Covid-19, jadi saya imbau agar kita semua tetap mematuhi protokol kesehatan. Meskipun berbeda cara penularannya, tapi HIV/AIDS dan Covid-19 sama-sama virus yang harus kita hindari semaksinal mungkin, maka kita semua harus tetap waspada,” ujar Ketua Pansus RTRW DPRD Medan tersebut.

Robi mengatakan, HIV/AIDS merupakan penyakit yang sulit di diteksi. Penyakit ini banyak dijangkit oleh anak muda, sehingga penyebaran penyakit ini akan sangat mudah dalam melemahkan generasi muda.

“HIV/AIDS merupakan musuh kita bersama, maka marilah kita jadikan ancaman HIV/AIDS ini menjadi ancaman serius yang akan menghancurkan generasi kita kedepannya,” terangnya.

Dipaparkan Robi, dalam Perda No.1 Tahun 2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS terdapat 12 Bab dan 35 pasal. Dengan Perda ini, Robi mengajak agar warga Medan menjadi manusia yang bertaqwa dan lebih serius dalam memerangi virus HIV/AIDS dengan meningkatkan kekmana dan lebih memperhatikan keluarga serta lingkungannya.

“Jika ada kelakuan remaja yang tidak wajar, apabila ada rumah kost-kostan yang tidak wajar dan ketidakwajaran lainnya, segeralah melapor ke kepala lingkungan setempat agar ditindaklanjuti,” imbaunya.

Terkhusus kepada Pemerintah Kota Medan, Robi berharap agar Pemko Medan dapat lebih serius dalam memperhatikan pelaksana Perda ini agar warga Kota Medan dapat hidup lebih berkualitas, khususnya untuk menyelamatkan generasi muda.

“Kita memiliki konsep dan prinsip yang sama dalam memajukan kota Medan. Untuk itu, marilah kita menjaga diri kita dan keluarga kita untuk terhindar dari penyakit ini. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” tegasnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus saat membagikan souvenir dalam kegiatan Sosper No.1/2012 tentang Penanggulangan HIV/AIDS

Keluhan Warga

Dalam kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan ini, sejumlah warga turut mengeluhkan berbagai persoalan, salah satunya persoalan drainase dan infrastruktur. Seperti yang dikeluhkan  Abuzat Mandai selaku Kepala Lingkungan tentang III buruknya sistem drainase di Jalan Sei Tuntung Baru .

“Jalan Sei Tuntung Baru terdapat 13 lingkungan. Tapi untuk Lingkungan 3, sistem drainase masih belum baik, jadi selalu banjir. Terutama dari Jalan Sei Tuntung Baru dan Jalan Sei Tuntung Dalam yang umumnya rumah, rata-rata rumah dibangun tahun 60-an, otomatis drainase rendah. Persoalan ini sudah di bahas dari rembuk warga hingga musrenbang ditingkat kecamatan tapi belum ada hasil, kami berharap ini menjadi prioritas,” keluhnya.

Selain itu, Monang Sitio selaku Kepala Lingkungan II juga berharap adanya pembenahan Titi Penghubung di Jalan Sei Tuntung Baru.

Mendengar keluhan tersebut, Robi Barus mengatakan, saat ini Wali Kota Medan Bobby Nasution memiliki 5 program prioritas, beberapa diantaranya menyelesaikan persoalan infrastruktur dan banjir dalam waktu 2 tahun.

“Ini merupakan program utama saudara Wali Kota Medan yang juga merupakan janjinya saat massa kampanye. Beliau berjanji akan menyelesaikan persoalan infrastruktur dan drainase selama 2 tahun agar Kota Medan tidak lagi banjir dan tidak mendapatkan julukan sebagai kota seribu lubang,” jawab Robi.

Robi juga terus mengingatkan para Kepala Lingkungan untuk tetap peka kepada setiap persoalan yang dialami warga di lingkungannya masing-masing.

“Kepling harus peka terhadap lingkungannya. Saya paham benar bagaimana kerja kepling karena saya mantan kepling, sehingga saya pun membuat peraturan untuk Kepling,” tegas Ketua Pansus Kepling tersebut seraya mengatakan agar persoalan yang dikeluhkan warga tersebut dibuat laporan secara tertulis untuk segera disampaikan kepada Wali Kota Medan.

Pantauan DataSumut.com, kegiatan pun ditutup dengan pemberian souvenir kepada masyarakat yang hadir saat itu.

(DSc-01)