DataSumut.com – Medan
Tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan menggelar Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Mandiri. Anggaran tersebut akan ditanggung secara penuh oleh APBD Kota Medan. Diharapkan, PKH Medan Mandiri dapat mengakomodir warga tidak mampu di Kota Medan yang selama ini tidak mendapatkan bantuan PKH dari Pemerintah Pusat ataupun Kementerian Sosial (Kemensos).
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, H. Zulkarnaen S.K.M saat menggelar Reses IV Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026 di Jalan Asrama, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (20/12/2025).
“Tahun 2026 nanti, Kota Medan punya program yang namanya PKH Medan Mandiri. InsyaAllah, nantinya warga Medan kurang mampu yang selama ini tidak mendapatkan PKH dari Pemerintah Pusat karena keterbatasan kuota akan mendapatkannya dari program ini,” ucap Zulkarnaen pada kegiatan yang turut dihadiri perwakilan sejumlah OPD di lingkungan Pemko Medan tersebut.
Dijelaskan Zulkarnaen, PKH Medan Mandiri merupakan jawaban dari banyaknya keluhan masyarakat tidak mampu di Kota Medan yang tidak kunjung mendapatkan PKH dari Pemerintah Pusat.
Zulkarnaen memastikan, masyarakat Kota Medan yang benar-benar tidak mampu akan mendapatkan PKH Medan Mandiri dengan cara yang jauh lebih mudah dan cepat.
“Jadi nanti tidak ada lagi pendataan yang dilakukan oleh kepling, tidak ada Muskel (Musyawarah Kelurahan). Kita akan memangkas sistem birokrasi, jadi nanti tidak ada istilah Desil 1, Desil 2, Desil 3. Cukup warga tersebut mengurus SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari kelurahan. Setelah itu serahkan ke masing-masing wakil rakyat, kami (Anggota DPRD Medan) yang akan menyerahkannya langsung ke Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang hadir.
Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan tidak kunjung mendapatkan PKH. Padahal, warga-warga tersebut benar-benar tidak mampu secara finansial dan sangat layak mendapatkan bantuan.
Sementara itu, sejumlah warga lainnya juga mengeluhkan berbagai persoalan. Diantaranya jalan gang yang tidak pernah di aspal, hingga buruknya kondisi jalan dari simpang Tanjung Mulia ke Kayu Putih.
“Disitu jalan rusak, tetapi yang lewat truk-truk besar. Bising pak, kami takut truknya terbalik dan mencelakai orang,” kata Juniati.
Selanjutnya, salah seorang warga lainnya, Tari, menanyakan program bantuan pendidikan dari Pemko Medan mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP.
Menjawab hal itu, Zulkarnaen menegaskan bahwa DPRD Medan telah menganggarkan bantuan siswa miskin untuk siswa tidak mampu.
“Saya minta mulai hari ini tolong di data siswa tidak mampu di Kota Medan, bantuan pendidikan itu harus benar-benar sampai kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas SDABMBK Kota Medan yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, bahwa Jalan Kayu Putih dan Alumunium Raya sejatinya sudah sering direhab.
“Tetapi memang kondisinya banyak truk lewat. Itu sebenarnya harus dibeton, tetapi karena aktivitas lalulintas disana padat, jadi sulit untuk menbetonnya karena tingginya arus lalulintas disana. Tetapi kalau memang arus lalulintas bisa dialihkan, maka akan kita lakukan pembetonan,” tutupnya.
(DSc-01)

More Stories
Rizki Lubis : DLH dan Kecamatan Harus Fokus Tambah WRS
Terkait UHC, Dr Dimas Minta Warga Medan Tertib Administrasi
Reses H. Muslim, Warga Medan Marelan dan Medan Labuhan Kompak Minta Normalisasi Sungai