DataSumut.com – Medan
Pencetus Geopark Kaldera Toba (GKT) dari Forum Sisingamangaraja XII dan Jendela Toba, dr Jhon Robert Simajuntak mempertanyakan keberadaan dan fungsi Badan Percepatan Geopark Kaldera Toba (BPGKT). Sebab, berbagai langkah yang diambil BPGKT dinilai tidak lagi sesuai dengan cita-cita awal Geopark Kaldera Toba.
“BPGKT Geopark Lagi kemana? Saya kurang mengerti, apa maksud gerakan BPGKT dengan mengikutsertakan kepala-kepala dinas sebagai Exoffisio di dalamnya. Nampaknya ini sudah lari dari apa yang diharapkan pada saat cita-cita awal Geopark,” ucap dr Jhon Robert Simanjuntak Sp.OG, Rabu (20/1) sore di Caldera Coffee, jalan Sisingamangara, Medan.
Jhon Robert pun menilai, BPGKT tidak mengerti cara membangun Geopark Kaldera Toba. Bahwa sesungguhnya, gerakan pembangunan Geopark seharusnya merupakan gerakan masyarakat yang datang dari bawah ke atas, bukannya justru gerakan dari atas ke bawah.
“Jangan-jangan, untuk membangun Geopark Kaldera Toba, mereka tidak mengerti. Kalau itu yang terjadi, maka tiap Dinas yang akan mengerjakan pembangunan Geopark akan membangunnya sesuai keinginan proyek dinas, bukan sesuai cita-cita awal dan cita-cita masyarakat,” ujarnya.
Apalagi, kata Jhon Robert, kalau mitra kerjanya adalah pihak asing dan bukan seperti rencna awal, yakni mitra kerja yang sesungguhnya seperti Perhimpunan Jendela Toba dan Forum Sisingamangaraja XII.
“Kalau geopark mendatangkan wisata, itu sangat bagus, tapi bukan geopark mengarah untuk wisata. Ini hal yang bertentangan dengan cita-cita dan harapan adanya Geopark yang disetujui oleh Unesco,” katanya.
Hal senada disampaikan Mangaliat Simarmata. Selaku mantan pengurus BPGKT, Mangaliat menyetujui apa yang dikatakan oleh Jhon Robert. Menurutnya, Geopark merupakan museum dan perpustakaan yang hidup dan terbesar di dunia.
“Geopark adalah untuk para ilmuan seluruh dunia, jadi jangan dibuat kehadiran geopark semata-mata hanya untuk tujuan wisata,” jelasnya.
Mangaliat dan Jhon Robert pun sangat berharap, agar BPGKT dapat mencari mitra kerja yang tidak hanya memikirkan hal-hal yang menyangkut tentang pariwisata saja.
“Tetapi kita harapkan, BPGKT juga dapat bekerjasama dengan mitra kerja yang dapat memprioritaskan Kebudayaan dan menjadikan Danau Toba menjadi tempat penelitian bagi para ilmuan di seluruh dunia,” pungkasnya.
(DSc-01)

More Stories
Timbul Sibarani : Kadishub Sumut Harus Punya Konsentrasi Penuh Terhadap Program Bus Listrik Mebidang
Soal Bus Listrik Pemprovsu, DPRD Minta Pemprovsu Pilih Kadishub Berkompeten
ADK Jadi Plt Ketua Golkar Sumut, Ilhamsyah Mundur dari Sekretaris Golkar Sumut