DataSumut.com – Medan
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Dr H Muslim Harahap M.S.P, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan untuk segera memeriksa limbah PT KIM yang diduga sengaja dibuang ke parit masyarakat.
Pasalnya, dugaan limbah yang dibuang ke parit tersebut disebut telah mencemari sumur-sumur warga yang tinggal di sekitar PT KIM, sehingga air dari sumur-sumur warga tidak lagi layak untuk dikonsumsi.
Hal itu ditegaskan Muslim Harahap saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Rawe IV Lingkungan VI, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (11/10/2026) siang.
“Saya minta DLH Kota Medan segera memeriksa limbah PT KIM yang diduga sengaja dibuang ke parit-parit warga. Ini jelas mencemari lingkungan, sudah menggangu kesehatan masyarakat dan sangat merugikan masyarakat,” ucap Muslim Harahap.
Sebelumnya, salah seorang warga Kelurahan Tangkahan yang hadir pada kegiatan itu mengeluhkan kondisi limbah PT KIM yang diduga sengaja dibuang ke parit-parit warga.
“Tolong diperiksa lah pak limbah PT KIM, kayaknya memang dibuang (limbah) itu ke parit. Airnya hitam pekat pak, aroma juga menyengat. Mereka (PT KIM) biasanya membuang limbah itu saat hujan deras,” kata warga.
Warga mengatakan, akibat dibuangnya limbah ke parit, sumur-sumur warga pun menjadi tercemar. “Kami sekarang nggak bisa lagi pakai air sumur kami untuk minum dan memasak pak, sudah bau air sumur kami sekarang,” keluhnya.
Pendataan Perlinsos Belum Maksimal
Selain di Kecamatan Medan Labuhan, Muslim Harahap juga menggelar kegiatan yang sama di Jalan Marelan Raya Pasar II Gg Selawasih, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan pada Minggu (11/10/2026) sore.
Tak ubahnya seperti di Medan Labuhan, warga Kelurahan Medan Marelan juga mengeluhkan pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang belum berjalan maksimal.
“Di Medan Marelan ini pendataan Perlinsos belum berjalan maksimal pak, kami minta kalau bisa cepat lah di data masyarakat ini. Kan bisa kepling-kepling mendatangi rumah warga, misalnya minimal 25 rumah setiap hari. Dibantu warganya supaya mendaftar di Perlinsos. Kalau begitu, pasti cepat pendataan perlinsos ini selesai pak,” cetus salah seorang warga.
Warga tersebut berharap, pendataan perlinsos dapat segera diselesaikan agar masyarakat Kota Medan yang benar-benar tidak mampu bisa berada pada desil yang tepat.
“Ini lihat lah pak, yang kaya malah dapat bantuan, sementara yang susah malah nggak dapat bantuan,” keluhnya.
Menanggapi hal itu, Muslim Harahap meminta perangkat kewilayahan, mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan agar ‘jemput bola’ ke rumah-rumah masyarakat untuk membantu masyarakat dalam pendaftaran perlinsos.
“Kepling harus jemput bola, sosialisasikan perlinsos, bantu warga yang tidak paham cara mendaftar di perlinsos. Jangan menunggu, kepling harus jadi garda terdepan, jadi agen perlinsos yang paling sigap. Jangan lagi biarkan ada warga kurang mampu yang tidak mendapatkan bantuan karena tidak didata dengan benar,” tutupnya.
(DSc-01)

More Stories
Kasus Influenza Tipe A Meningkat di Medan, Dr Dimas : Jaga Kesehatan, Fokus Pencegahan
Muslim Harahap : Masyarakat Harus Bijak Media Sosial, Jauhi Hoaks
Robi Barus : Setiap Warga Negara Tidak Boleh Melupakan Sejarah