DataSumut

DataSumut

Jelang HUT ke-81 RI, Dr Dimas Imbau Warga Medan Kibarkan Merah Putih di Setiap Rumah

DataSumut.com – Medan

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, mengimbau masyarakat Kota Medan untuk turut menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang akan jatuh pada 17 Agustus 2026 dengan mengibarkan bendera merah putih di setiap rumah.

Menurut dr Dimas, pengibaran bendera merah putih bukan hanya sekadar upaya menyemarakkan perayaan HUT RI, tetapi juga sebagai wujud rasa nasionalisme dan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dari perjuangan para pahlawan terdahulu.

“Menjelang HUT ke-81 RI, mari kita mengibarkan bendera merah putih di setiap rumah. Ini bentuk rasa nasionalisme kita, bentuk rasa syukur kita atas nikmat kemerdekaan yang telah kita rasakan,” ucap dr Dimas saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Kenanga Raya, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (9/8/2026).

Dikatakan dr Dimas pada kegiatan yang dihadiri Sekretaris Camat Medan Selayang, Rinaldi dan Lurah Tanjungsari, Ihsan Nugraha tersebut, pengibaran bendera merah putih juga merupakan wujud rasa cinta tanah air warga negara terhadap bangsa dan negara.

“Rasa cinta tanah air merupakan cerminan bahwa kita memiliki wawasan kebangsaan yang baik. Sementara, wawasan kebangsaan yang baik hanya bisa kita miliki apabila kita memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila,” ujarnya.

Berangkat dari hal itu, dr Dimas mengatakan bahwa pihaknya di DPRD Kota Medan telah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan agar wawasan kebangsaan dapat ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah.

“Wawasan kebangsaan ini perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita di usia sekolah. Oleh sebab itu, hal ini sudah kita sampaikan kepada Disdikbud Kota Medan,” tutupnya.

Sementara itu, dosen FISIP Universitas Medan Area (UMA), Dadang Darmawan Pasaribu yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa saat ini masyarakat Indonesia mulai kehilangan nilai-nilai luhur Pancasila. Salah satunya, nilai gotong royong.

“Gotong royong itu merupakan wujud nyata dari Persatuan Indonesia. Tetapi yang terjadi saat ini, kita justru mulai meninggalkan hal itu. Masyarakat Indonesia saat ini sibuk dengan urusan pribadinya masing-masing,” tegas Dadang Darmawan Pasaribu.

Dadang mengatakan, sikap invidualisme tersebut tidak boleh dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Bila masih terus berjalan sendiri-sendiri, maka bangsa ini akan mudah terpecah belah. Persatuan Indonesia adalah yang utama, maka mari kita perkuat persatuan diantara kita tanpa membedakan agama, ras, suku dan semua hal yang membuat kita terkotak-kotak,” tutupnya.
(DSc-01)