Jelang Peringatan Hari Kesakitan Pancasila
DataSumut.com – Medan
Setiap rumah harus menjadi pondasi awal untuk menanamkan nilai-nilai pancasila kepada setiap generasi muda. Sebab, rumah merupakan tempat pertama bagi setiap anak untuk mendapatkan pendidikan.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, H. Zulkarnaen S.K.M saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan tema ‘Pancasila Sebagai Sumber Nilai, Moral dan Etika Publik’ di Jalan Tuamang, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (26/9/2026).
“Tanamkan nilai-nilai pancasila kepada anak-anak kita sejak dari rumah. Rumah harus menjadi tempat pertama bagi setiap generasi muda dalam mengenal dan memahami nilai-nilai pancasila,” ucap Zulkarnaen.
Dikatakan Zulkarnaen pada kegiatan yang dihadiri Camat Medan Tembung, Muhammad Idris, Lurah Sidorejo Hilir, Rian Fauzan Harahap, Babinsa Sidorejo Hilir, Serta Idham Kholid, tokoh agama, Ustaz Sabam Situmorang dan ratusan masyarakat Sidorejo Hilir tersebut, Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa yang harus dipahami oleh setiap warga negara, termasuk para generasi muda.
Zulkarnaen yang juga merupakan Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut itu menerangkan, Pancasila sendiri sempat mengalami ‘guncangan’ dari pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Akan tetapi, Pancasila tidak bisa digoyahkan dengan upaya apapun karena besarnya rasa cinta warga negara terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila.
“Kalau kita ingat, dulu ada yang nama Gerakan 30 September – PKI (G30S-PKI). Alhamdulillah, bangsa Indonesia mampu melawan pemberontakan itu sehingga sampai saat ini Pancasila tetap bertahan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Semua itu bukti besarnya rasa cinta warga negara Indonesia terhadap Pancasila. Kemudian di setiap 1 Oktober, kita semua memperingati Hari Kesakitan Pancasila,” ungkapnya.
Dijelaskan Zulkarnaen, peringatan Hari Kesakitan Pancasila tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial yang tidak memberikan makna apapun kepada setiap masyarakat.
“Hari Kesakitan Pancasila harus menjadi momentum bagi setiap warga negara untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Peringatan Hari Kesakitan Pancasila tidak boleh lewat begitu saja tanpa memberikab makna apapun kepada kita,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan aspirasinya kepada Zulkarnaen dan seluruh narasumber yang hadir. Aspirasi itu salah satunya datang dari Cinta Marito Siregar. Wanita paruh baya yang tinggal di Jalan Tuamang Gg Toleransi, Lingkungan 13 itu mengeluhkan banyaknya anak-anak muda usia sekolah yang tawuran sehingga sangat menggangu ketenangan dan Ketentraman masyarakat.
“Di lingkungan kami banyak anak-anak sekolah sudah tawuran, bawa-bawa parang, bawa-bawa celurit. Kami buka kedai kopi, mereka merusuh pak, mau nyongkel-nyongkel warung kami. Kami tegur, tapi mereka malah nyerang,” keluh Cinta Marito.
Menanggapi hal itu, Zulkarnaen meminta pihak kecamatan Medan Tembung dan Kelurahan Sidorejo Hilir untuk segara berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk menertibkan para pemuda yang kerap membuat onar dengan melakukan aksi tawuran.
“Inilah bukti lunturnya nilai-nilai pancasila dalam diri generasi muda kita. Anak yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai pancasila, tidak akan mungkin tawuran dan bikin kerusuhan di tengah-tengah masyarakat. Saya minta supaya aksi-aksi tawuran seperti ini dapat segera diatasi. Anak-anak muda yang terlibat harus ditertibkan dan dibina dengan serius,” pungkasnya.
(DSc-01)

More Stories
Pancasila Bukan Hanya Dasar Negara, Rizki Lubis : Tetapi juga Pedoman Hidup Warga Negara Indonesia
Capaian Baru 30 Persen, Muslim Harahap Minta Warga Medan Utara Segera Daftar IKD
Rizki Lubis Minta Dishub Medan Perbaiki LPJU di Kedai Durian