DataSumut

DataSumut

Penanggulangan Kemiskinan,, dr Dimas Siap Fasilitasi Pelatihan Kerja bagi Warga Medan

DataSumut.com – Medan

Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan DPRD Kota Medan terus bersinergi untuk menekan angka kemiskinan di Kota Medan. Salah satunya, lewat pelatihan-pelatihan kerja yang dinilai mampu memberdayakan masyarakat secara ekonomi.Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Flamboyan Raya Gg Harahap Lingkungan 3, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (8/2/2026).

“Pelatihan kerja juga merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Dengan meningkatnya perekonomian masyarakat, maka angka kemiskinan dapat ditekan secara maksimal,” ucap dr Dimas.

Dikatakan dr Dimas dalam kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Camat Medan Tuntungan, Sahat Parlindungan,

Lurah Tanjung Selamat, Hans Joy Tarigan, dan perwakilan Dinas Sosial, Syarif tersebut, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kota Medan agar terus melakukan pelatihan dan pembinaan terhadap para pelaku UMKM.

“Untuk Diskop UKM Perindag, kita telah meminta agar terus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pelaku UMKM yang menjadi binaannya. Untuk itu kepada pelaku UMKM, mendaftarlah menjadi binaan Diskop UKM Perindag Kota Medan,” ujarnya.

Selain itu, dr Dimas juga menegaskan akan mendorong Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan agar terus melakukan pelatihan kerja kepada para pencari kerja maupun kepada masyarakat yang ingin berwirausaha.

“Misalnya pelatihan barbershop, membuat kue, menjahit, dan lain sebagainya. Ini akan terus kita dorong untuk dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang berdaya secara ekonomi,” katanya.

Sebelumnya pada kesempatan itu, salah seorang warga, Yunda Manurung, meminta kepada dr Dimas agar mendorong Pemko Medan dalam melakukan pelatihan kerja agar masyarakat dapat berwirausaha dan lebih berdaya secara ekonomi.

“Apakah ada pelatihan kerja ataupun pembinaan untuk kami ibu-ibu rumah tangga ini. Kami ibu-ibu ini ingin mandiri, supaya kami juga tidak tergolong sebagai warga miskin,” ungkap Yunda.

Mendengar penjelasan dr Dimas, Yunda berharap agar proses tata cara pendaftaran dan jadwal pelaksanaan dapat diumumkan secara terbuka.

“Kami mau kalau ada pelatihan-pelatihan itu, tolong lah pak supaya diumumkan secara terbuka, kami kan mau ikut mendaftar, mau ikut pelatihannya,” pintanya.

Menanggapi hal itu, dr Dimas memastikan akan meminta OPD terkait untuk mengumumkan secara terbuka program pelatihan dan pembinaan tersebut.

“Memang harus diumumkan secara terbuka, setahu saya juga begitu. Begitupun nanti saya akan minta juga supaya dapat diumumkan lewat pihak kecamatan dan kelurahan juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, Syarif Hidayat Nasution, mengajak masyarakat Kota Medan yang sudah mampu namun masih mendapatkan bantuan untuk sadar dan tidak lagi menerima bantuan tersebut.

“Masih banyak warga tidak mampu lainnya yang belum mendapatkan bantuan, beri kesempatan untuk warga yang lain. Saat ini, Pemko Medan tengah fokus melakukan graduasi agar masyarakat yang dulunya menerima bantuan namun saat ini sudah mampu secara ekonomi agar tidak lagi menerima bantuan dan dialihkan ke warga lainnya yang lebih membutuhkan. Ini penting agar penanganan kemiskinan di Kota Medan bisa berjalan dengan lebih baik,” tutupnya.

(DSc-01)