DataSumut

DataSumut

Soal Bus Listrik Pemprovsu, DPRD Minta Pemprovsu Pilih Kadishub Berkompeten

DataSumut.com – Medan

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera merealiasikan program Transportasi Massal Bus Rapid Transit (BRT) di Sumatera Utara.

Pasalnya, keberadaan program BRT dengan penggunaan Bus Listrik yang rencananya akan beroperasi di kawasan Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang) tersebut sudah sangat dibutuhkan dan diharapkan masyarakat, tetapi tidak kunjung terealisasi hingga saat ini.

“Kita tentunya mendorong agar program Bus Listrik (di kawasan Mebidang) ini bisa segera terealisasi. Program ini sudah lama dinanti masyarakat Sumatera Utara, karena masyarakat memang sangat membutuhkannya,” ucap Yahdi Khoir Harahap kepada Sumut Pos, Rabu (28/1/2026).

Dikatakan Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut itu, program BRT Bus Listrik di Sumatera Utara, termasuk kawasan Mebidang, sejatinya merupakan program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang anggarannya bersumber dari Bank Dunia (World Bank).

Sementara itu, Pemprov Sumut hanya diminta menyiapkan anggaran untuk pembangunan prasarana seperti koridor ataupun halte untuk beroperasinya Bus Listrik tersebut.

“Dan itu sudah dianggarkan sekitar Rp60 Miliar di APBD Sumut Tahun 2025, anggarannya ada di Dishub Sumut. Tetapi ini tidak terealisasi, akhirnya anggarannya Silpa. Tahun 2026 ini sudah kita anggarkan kembali, sekian puluh miliar lagi. Untuk itu, kita minta agar tahun ini Dishub Sumut bisa segera membangun prasarana yang dibutuhkan program Bus Listrik ini,” ujarnya.

Yahdi Khoir meyakini, program Bus Listrik di Sumatera Utara akan terealisasi di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Mengingat, program serupa berhasil direalisasikan Bobby Nasution saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Medan.

Yahdi Khoir pun berharap, Bobby Nasution dapat segera mengisi jabatan Kadis Perhubungan Sumatera Utara dengan pejabat yang berkompeten untuk merealiasikan program Bus Listrik tersebut.

“Kadis yang dipilih harus yang berkompeten dalam merealisasikan program Bus Listrik ini. Intinya, Kadisnya harus memahami betul masalah yang dihadapi sehingga program Bus Listrik ini tidak tertunda terus menerus,” katanya.

Dijelaskan Yahdi Khoir, Dinas Perhubungan memiliki peranan yang sangat strategis dalam percepatan pembangunan di Sumatera Utara.

“Dishub ini kan banyak program strategis, khususnya di bidang transportasi massal. Ini harus diperhatikan betul,” jelasnya.

Tidak hanya masalah transportasi massal Bus Listrik, sambung Yahdi Khoir, Disbub Sumut juga punya peran besar dalan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di Sumatera Utara, termasuk soal keberadaan sejumlah Terminal Tipe B yang tidak terkelola dengan baik.

“Nantinya yang menjadi Kadis Perhubungan Sumut juga harus benar-benar yang bisa mengatasi permasalahan lainnya. Salah satunya terkait masalah Terminal Tanjung Balai, itu kan Tipe B, provinsi punya, tetapi sampai saat ini belum juga terbangun. Padahal itu sudah beberapa kali dianggarkan di APBD, tetapi tidak terlaksana juga,” ungkapnya.

Kemudian, Yahdi Khoir juga menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api sebidang yang rawan kecelakaan di Sumatera Utara dan belum juga dibangun portal untuk keamanan masyarakat.

“Artinya secara teknis, kita butuh Kadis Perhubungan Sumut yang bisa berkoordinasi ke semua pihak. Untuk Transportasi Massal Bus Listrik, Kadishub Sumut harus mampu berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. Untuk masalah perlintasan Kereta Api, harus bisa berkoordinasi dengan PT KAI, dan masalah lainnya dengan pihak-pihak yang lain. Intinya, kita mendorong agar Dishub Sumut ini dikelola dengan baik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Muhammad Bobby Afif Nasution berhasil merealiasikan program Bus Listrik di Kota Medan sejak Januari 2024, saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Medan. Saat itu, posisi Kadis Perhubungan Kota Medan dijabat oleh Iswar Lubis.

Awalnya, program Bus Listrik tersebut hanya beroperasi pada satu koridor. Kemudian di November 2024, Bobby Nasution memerintahkan Iswar Lubis untuk mengembangkan program Bus Listrik tersebut pada lima koridor. Hingga saat ini, masyarakat Kota Medan masih menikmati fasilitas 60 unit Bus Listrik pada lima koridor tersebut.

Saat ini, Bobby Nasution menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Masyarakat Sumatera Utara pun berharap, program transportasi massal Bus Listrik tersebut dapat terwujud dalam skala yang lebih besar. Tak hanya beroperasi di Medan, warga Sumut juga berharap agar Bus Listrik juga dapat melintas hingga ke Binjai dan Deliserdang.
(DSc-01)